Santunan Kematian Melalui Dinas Sosial Kabupaten/Kota

img

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim HM Agus Hari Kesuma

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA– Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Wakil Guburnur Kaltim H Hadi Mulyadi  memberikan kebijakan  kepada  masyarakat Kaltim  yang meninggal dunia akibat terinfeksi/terpapar Covid-19 akan diberikan santunan sebesaar Rp 10 juta. 

Untuk mendapatkan santunan kematian tersebut  tentu ada persyaratan tertentu  yang harus dilengkapi para  ahli waris.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim HM Agus Hari Kesuma menjelaskan untuk mendapatkan santunan kematian akibat terpapar Covid-19, ada persyaratan tertentu yang  harus dilengkapi diantaranya   fotokopi Kartu Keluarga (KK) korban dan ahli waris.  Fotokopi KTP korban dan ahli waris.  fotokopi Surat Keterangan meninggal dunia dari Rumah Sakit atau Puskesmas (legalisir) atau kutipan Akte Kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (legalisir).   Surat Keterangan bahwa korban meninggal terinfeksi Covid-19 dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat

“Tahun 2020 sudah di data dan  kami mintakan ke Menteri Sosial sebanyak, 288 orang, akan tetapi keuangan negara tidak memungkinkan sehingga ditiadakan, tetapi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim mengambil kebijakan untuk memberikan santunan sebesar Rp 10 juta,” kata Agus Hari Kesuma di sela acara penyerahan bantuan logistik kepada lima daerah yang melaksanakan PPKM level 4, yang dilaksanakan di teras Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (29/7/2021).  

Untuk tahun 2021, lanjut Agus Hari Kesuma belum diterima terdata, dan akan segera menyurati Dinas Sosial kabupaten kota untuk mendata kembali, jadi bagi warga masyarakat yang ada keluarganya meninggal dunia karena terpapar  Covid-19, dapat mengurusnya pada Dinas Sosial setempat.

“Ada  beberapa formulir yang harus diisi dan melengkapi persyaratan tertentu oleh para ahli waris, apabila ingin mendapatkan  santunan kematian akibat terinfeksi Covid-19. Silahkan datang ke Dinas Sosial kabupaten kota,”pesan Agus Hari Kesuma

Terkait kebijakan  Gubernur dan wakil gubernur Kaltim yang melanjutkan santunan kematian warga akibat terinfeksi Covid-19, merupakan adanya rasa empati Pemprov Kaltim, dan turut berduka apa yang dialami warganya.

“Dengan kebijakan ini tentu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, apalagi  sekarang ini penyebaran pandemi Covid-19, baik ditanah air maupun di Kaltim masih terjadi, yang dampaknya bukan saja terhadap kesehatan, perekonomian tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat,”kata Agus Hari Kesuma.(mar)